Rabu, 21 November 2018

Pembebasan Pungutan Jembatan Suramadu untuk Dongkrak Ekonomi Madura


bisnissurabaya.online: Jembatan Suramadu kini digratiskan untuk semua kendaraan bermotor. Karena itu status jembatan tersebut bukan lagi jalan tol tapi sudah berubah menjadi jalan umum.
Sebagaimana dirilis tribunnews.com, perubahan status itu diumumkan oleh Presiden Joko Widodo Sabtu (27/10/2018) sekitar pukul 16.20 WIB di atas truk logistik tanpa kontainer saat mengumumkannya. 



Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani.

Presiden mengaku perubahan status itu atas masukkan dari para alim ulama, tokoh masyarakat, serta para pemuka agama di Madura terkait kondisi masyarakat. Tingkat kemiskinan masyarakat Madura masih terbilang tinggi bila dibandingkan daerah lain di sekitarnya, yaitu sekitar 16-23 persen. Sementara, tingkat kemiskinan di wilayah lain seperti di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo hanya sekitar 4-7 persen.

Kendaraan Bermotor jenis apapun kini bebas masuk Jembatan Suramadu tanpa dikenai beaya tol. foto: kompas.com

Sebelumnya pada 2015 para pengguna kendaraan roda dua atau Golongan VI dibebaskan dari beaya tol sebesar Rp 3.000. Pada 2016, tarif Tol Jembatan Suramadu sudah dipangkas dari Rp 35.000 menjadi Rp 15.000.,



 “Tetapi dari kalkulasi dari perhitungan yang kita lihat, bahwa belum memberikan dampak pertumbuhan ekonomi kepada Madura,” kata Presiden.

“Oleh sebab itu dengan sekali lagi usulan dan desakan tokoh-tokoh agama, ulama, para kyai dan juga tokoh masyarakat dari Ikama, dari bupati, pada hari ini saya memutuskan Tol Suramadu akan menjadi jembatan non tol biasa,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Mendorong Industrial Estate

Seperti dilansir tempo.co, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pembebasan tarif untuk Jembatan Suramadu bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Madura. Kebijakan ini merupakan insentif pemerintah.

"Madura kan dianggap ada keterlambatan dalam pembangunan. Dia harus dikasih insentif supaya dia maju," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.
JK mengatakan Jembatan Suramadu dulu dibangun untuk menghubungkan Madura dengan Surabaya. 

Pembangunan infrastruktur itu diharapkan berdampak pada perekonomian daerah tersebut. Pemerintah bahkan pernah mencanangkan pembangunan industrial estate setelah konektivitas dibangun, namun hingga hari ini tak terwujud. Dia berharap pembebasan tarif bisa mendorong lagi pertumbuhan ekonomi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar